Sabtu, Januari 10, 2015

Penerapan Coiled Tubing dan penggunaan Wireline pada operasi Workover



Penerapan Coiled Tubing  dan penggunaan Wireline pada operasi Workover

Eksploitasi merupakan suatu kegiatan pengerjaan atau pengusahaan suatu sumber hidrokarbon untuk diproduksikan secara maksimal. Usaha untuk pengerjaan ini memerlukan keteknikan yang makin lama makin berkembang, salah satu diantaranya adalah teknologi coiled tubing. Coiled tubing dapat dipakai dalam operasi produksi, operasi pengeboran dan operasi kerja ulang. Coiled tubing adalah suatu tubing yang dapat digulung dan bersifat plastis, terbuat dari bahan baja yang continue (tidak bersambung). Peralatan dipermukaan coiled tubing tidak tidak memerlukan lahan yang luas untuk operasinya. Kelebihan-kelebihan dari coiled tubing tersebut dapat menjadi pilihan teknologi yang diharapkan dalam aplikasi terhadap operasi dilapangan.
Wireline unit adalah bagian yang tak terpisahkan dari suatu operasi work over dan complesi sumur (well service). Penggunaan wireline ini sangat ekonomis bila dibandingkan dengan metoda yang digunakan pada masa sebelumnya. Operasi-operasi utama workover pasti memerlukan peng-gunaan wireline. Penggunaan wireline termasuk diantaranya dalam op­erasi completion, pemasangan peralatan-peralatan bawah permukaan, pembersihan parafin, pasir dan scale dalam tubing, operasi perforasi, loging dan sebagainya. Dalam hal ini biasanya wireline equipment tersebut berfungsi berdasarkan prinsip mekanis dan dioperasikan dengan manipulasi ‘tarik’ dan ulur’ oleh operator wireline di permukaan. Dengan adanya workover diharapkan terjadi peningkatan produksi minyak (production gain) bagi sumur-sumur yang mempunyai potensi untuk ditingkatkan kapasitas produksinya. Pekerjaan-pekerjaan kerja ulang yang dapat dilakukan dengan Coiled Tubing yang akan dibahas disini meliputi pekerjaan fill removal, matrik stimulation, squeeze cementing, logging, dan operasi fishing.

Objectives :
1.      Memahami sebab-sebab penurunan produksi sumur minyak
2.      Memahami kriteria dan pelaksanaan operasi workover.
3.      Memahami ruang lingkup dan peranan coiled tubing.
4.      Memahami proses kerja ulang dengan coiled tubing.

Course Outline :
A. Dasar-dasar kerja ulang/work over
  1. Faktor-faktor penyebab kehilangan produksi :
-        Problem Reservoir
-        Problem mekanikal
  1. Macam-macam Perawatan sumur :
-        Kerusakan Peralatan
-        Masalah Parafin
-        Pengendapan Scale dan Pengontrolannya
-        Masalah Pasir
-        Kerusakan Formasi
  1. Tipe-tipe Pengerjaan Kerja Ulang Sumur :
-        Mengubah Zona Produksi
-        Perangsangan Sumur (Well Stimulation)
-        Squeeze Cementing
  1. Peralatan Kerja Ulang :
-        Menara (Rig)
-        Unit Wireline
-        Gulungan Tubing Tanpa Sambungan (Endless Tubing Coil)
-        Unit Snubbing

B.  Dasar-dasar Coiled Tubing
1.      Ruang lingkup dan peranan coiled tubing completion
2.      Komponen dalam tubing completion
a.      Peralatan di atas permukaan
b.      Peralatan di bawah permukaan
3.      Circulation with coiled tubing completion
4.      Pumping with coiled tubing completion
5.      Production coiled tubing completion

C. Dasar-dasar Wireline
1.      Fungsi Wireline
2.      Penggunaan wireline secara umum
3.      Jenis-Jenis Unit Wireline
4.      Special Unit. 

D. Proses kerja ulang dengan coiled tubing completion
1.      Operasi Fill Removal
2.      Operasi Matrix Stimulation
3.      Operasi Logging
4.      Operasi Pemancingan

Peserta :

Operator produksi industri oil dan gas, Drilling Workover personnel engineer, Logistic Personnel departemen utilitas, departemen maintenance dan semua pihak yang terlibat dalam industri minyak dan gas yang berkaitan dengan pekerjaan produksi.




Sabtu, Desember 27, 2014

FISHING JOB : EQUIPMENT, OPERATION, AND APLICATION



FISHING JOB : EQUIPMENT, OPERATION, AND APLICATION

The term fishing applies to all operations concerned with the retrieving of equipment or other objects from the hole. Portions of the drill string, bit, drill string accessories, and inadvertently dropped hand tools are typical items which may require fishing. The most common fishing job is that recovering of a portion of the drill string left in the hole due to either its failing or becoming stuck.
The best fishing technique is elimination of the cause. Periodic equipment inspections minimize drill string failures by detecting faulty joints before they fail. The alertness of the drilling crews in detecting  crooked joints, in cleaning and lubricating tool joint threads properly, and in exercising good house keeping and safety precautions, fishing jobs do  occur frequently. Most of them are relatively simple, and the only lost is the time required to run the fishing tool and retrieve the fish. A few such jobs however, become extremely costly and time consuming and even result in the loss of the hole.

OBJECTIVES :
The objective of this course is to present methods of preventing and freeing stuck pipe, and also to present the philosophy and methodology of fishing. A review of common fishing tools and their uses will also be presented. The following topics are covered  : Fishing Tools Overview,   Fishing Operations, Kick-Off Plugs,   Hole Cleaning,   Causes of Deviation Problems, Differential Sticking & Fluid Spotting Technique.

COURSE CONTENT :
  1. Introduction To Fishing
  2. Basics Of BHA Calculations
  3. Drill String Failures
  4. Pipe Recovery Systems
  5. External Catch Tools
  6. Internally Catch Tools
  7. Special Tools
  8. Wash Over Operations
  9. Jars And Jarring Operations
  10. Fishing Assemblies
  11. The Economic Of Fishing

PARTICIPANTS
Anyone connected to well construction such as but not limited to:
-         Operating Companies Drilling Personnel. Well designers.
-         Rig Staff ( Rig Superintendents, Tool Pusher, Tour Pushers )
-         Asst. Driller and Fishing Equipment Operator.
-         Mud Engineers.
-         Safety Engineers.

Sabtu, November 08, 2014

BUSINESS PROTOCOL, ETIQUETTE, AND PROFESSIONAL MASTER OF CEREMONY



BUSINESS PROTOCOL, ETIQUETTE, AND PROFESSIONAL MASTER OF CEREMONY
Citra perusahaan disertai dengan penampilan dan kualitas perusahaan menjadi syarat mutlak yang diperlukan untuk dapat bertahan menghadapi persaingan ketat di era globalisasi. Sebagai bagian penting dari sebuah perusahaan, Public Relations atau Protokoler dituntut untuk mampu menjalankan tugas sebagai protocol, evisitor handling, berbicara di depan publik dengan penampilan yang prima, dan mencerminkan kualitas profesional sesuai tuntutan perusahaan. Protokoler (hubungan masyarakat) telah menjadi bahan yang tidak terpisahkan dari aspek komunikasi lainnya seperti pemasaran, promosi, iklan dan penjualan. Protokoler atau Public Relations merupakan fenomena dan sekaligus kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi dalam dunia usaha maupun organisasi lainnya. Kegiatan protokoler yang meliputi berbagai fungsi, konsep, dan teknik-teknik pelaksanaannya telah berkembang menjadi ‘suatu lembaga’ yang dianggap harus ada untuk mendampingi organisasi, apapun bentuk organisasi tersebut. Gagalnya suatu kegiatan protokoler akan berdampak negatif pada citra perusahaan yang berarti gagalnya PR perusahaan.
                Menghadapi hal tersebut, sudah seharusnya perusahaan mempersiapkan SDM yang profesional, kompeten, dan siap bersaing baik di lingkungan internal maupun eksternal, serta nasional maupun internasional. Salah satunya adalah up-grade kemampuan/skill SDM melalui program pelatihan. Pelatihan ini didesain secara khusus supaya setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat memahami bagaimana menjadi protokoler handal dan kemampuan berkomunikasi di depan publik.
Tujuan :
  1. Memahami Undang-Undang Keprotokolan Terbaru
  2. Mampu menjadi Protokoler profesional, dengan pandai mengelola dan mengatur Tata Tempat, Tata Penghormatan, Tata Upacara, dan mengelola tamu pejabat, tamu asing baik acara forum nasional maupun Internasional, memahami etika pergaulan dan budaya Nasional & Internasional sekaligus memiliki kepribadian menarik dan menyakinkan dalam berbagai acara, baik acara resmi maupun acara tidak resmi.
  3. Mampu menguasai teknik berbicara dengan menerapkan bahasa yang baik dan benar serta sikap tubuh yang meyakinkan.
  4. Mampu merencanakan, menyusun konsep acara, dan dapat secara langsung mempraktekkannya dengan baik
  5. Mampu menjadi protokoler yang berhubungan dengan MC, bisa mempersiapkan secara keseluruhan acara atau event yang diselenggarakan mitra/perusahaan/lembaga (MOU, Seminar, Forum Formal), mencakup jadwal acara, layout ruangan dan teknis lainnya

Peserta :

Pelatihan ini sangat sesuai diikuti oleh:
           Staf dan Manajemen Di Bagian Protokoler, Humas, Public Relation
           Sekretaris, Personal Assistante, dan Administrative Assistant
           Karyawan di Bagian Front Liner
           Corporate Secretary, Corporate Communications, dan Para Manajer ataupun  Supervisor dari Berbagai Bidang

Materi Pelatihan :
1.       Corporate Image Identity
   Membentuk Opini Publik
   Membentuk Citra Perusahaan/ Lembaga / Institusi
   Sifat Dari Opini Public
2.         Pengertian Protokoler dan Teknik menyusun acara, dalam hubunganya dengan kegiatan PR
   UU Keprotokolan dan perkembangannya
   Ruang Lingkup Tugas Kegiatan Protokol.
   Pemahaman Tentang Tatatertib Dan Etiket Ke-Protokoler-An
   Tata Krama Pergaulan Bisnis, Dasar Pelaksanaan Protokol

3.         Business Etiquette & Visitor Handling
   Excellent Performance
   Difference Cultural Value
   Professional Business Etiquette
   Business Appearance
   Proffesional Dresscode
   Table Manner
4.         Persiapan menjadi MC yang handal dan professional
   Memahami tugas dan tanggung jawab MC dan Protokoler
   Memahami Jenis Event Dan Audience
   Mempelajari Dan Mencari Referensi Berkaitan Dengan Tema Event
5.         Ketrampilan Public Speaking Sebagai MC
   Public Speaking Yang Efektif
   Pemilihan Dan Penyusuan Kalimat Kunci
   Olah Vocal Dan Intonasi
6.         Body Language
   Ketrampilan Komunikasi Melalui Bahasa Tubuh
   Ketrampilan Membaca Bahasa Tubuh Audience
7.         Hambatan –Hambatan Dalam Membawakan Acara Dan Teknik Mengatasinya
   Berbagai Jenis Gangguan Sebagai MC Dan Cara Mengatasinya  : Sebelum Acara, Saat Acara Dan Sesudah Acara Berlangsung
   Teknik Mengatasi Blocking Situation