Sabtu, November 08, 2014

BUSINESS PROTOCOL, ETIQUETTE, AND PROFESSIONAL MASTER OF CEREMONY



BUSINESS PROTOCOL, ETIQUETTE, AND PROFESSIONAL MASTER OF CEREMONY
Citra perusahaan disertai dengan penampilan dan kualitas perusahaan menjadi syarat mutlak yang diperlukan untuk dapat bertahan menghadapi persaingan ketat di era globalisasi. Sebagai bagian penting dari sebuah perusahaan, Public Relations atau Protokoler dituntut untuk mampu menjalankan tugas sebagai protocol, evisitor handling, berbicara di depan publik dengan penampilan yang prima, dan mencerminkan kualitas profesional sesuai tuntutan perusahaan. Protokoler (hubungan masyarakat) telah menjadi bahan yang tidak terpisahkan dari aspek komunikasi lainnya seperti pemasaran, promosi, iklan dan penjualan. Protokoler atau Public Relations merupakan fenomena dan sekaligus kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi dalam dunia usaha maupun organisasi lainnya. Kegiatan protokoler yang meliputi berbagai fungsi, konsep, dan teknik-teknik pelaksanaannya telah berkembang menjadi ‘suatu lembaga’ yang dianggap harus ada untuk mendampingi organisasi, apapun bentuk organisasi tersebut. Gagalnya suatu kegiatan protokoler akan berdampak negatif pada citra perusahaan yang berarti gagalnya PR perusahaan.
                Menghadapi hal tersebut, sudah seharusnya perusahaan mempersiapkan SDM yang profesional, kompeten, dan siap bersaing baik di lingkungan internal maupun eksternal, serta nasional maupun internasional. Salah satunya adalah up-grade kemampuan/skill SDM melalui program pelatihan. Pelatihan ini didesain secara khusus supaya setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat memahami bagaimana menjadi protokoler handal dan kemampuan berkomunikasi di depan publik.
Tujuan :
  1. Memahami Undang-Undang Keprotokolan Terbaru
  2. Mampu menjadi Protokoler profesional, dengan pandai mengelola dan mengatur Tata Tempat, Tata Penghormatan, Tata Upacara, dan mengelola tamu pejabat, tamu asing baik acara forum nasional maupun Internasional, memahami etika pergaulan dan budaya Nasional & Internasional sekaligus memiliki kepribadian menarik dan menyakinkan dalam berbagai acara, baik acara resmi maupun acara tidak resmi.
  3. Mampu menguasai teknik berbicara dengan menerapkan bahasa yang baik dan benar serta sikap tubuh yang meyakinkan.
  4. Mampu merencanakan, menyusun konsep acara, dan dapat secara langsung mempraktekkannya dengan baik
  5. Mampu menjadi protokoler yang berhubungan dengan MC, bisa mempersiapkan secara keseluruhan acara atau event yang diselenggarakan mitra/perusahaan/lembaga (MOU, Seminar, Forum Formal), mencakup jadwal acara, layout ruangan dan teknis lainnya

Peserta :

Pelatihan ini sangat sesuai diikuti oleh:
           Staf dan Manajemen Di Bagian Protokoler, Humas, Public Relation
           Sekretaris, Personal Assistante, dan Administrative Assistant
           Karyawan di Bagian Front Liner
           Corporate Secretary, Corporate Communications, dan Para Manajer ataupun  Supervisor dari Berbagai Bidang

Materi Pelatihan :
1.       Corporate Image Identity
   Membentuk Opini Publik
   Membentuk Citra Perusahaan/ Lembaga / Institusi
   Sifat Dari Opini Public
2.         Pengertian Protokoler dan Teknik menyusun acara, dalam hubunganya dengan kegiatan PR
   UU Keprotokolan dan perkembangannya
   Ruang Lingkup Tugas Kegiatan Protokol.
   Pemahaman Tentang Tatatertib Dan Etiket Ke-Protokoler-An
   Tata Krama Pergaulan Bisnis, Dasar Pelaksanaan Protokol

3.         Business Etiquette & Visitor Handling
   Excellent Performance
   Difference Cultural Value
   Professional Business Etiquette
   Business Appearance
   Proffesional Dresscode
   Table Manner
4.         Persiapan menjadi MC yang handal dan professional
   Memahami tugas dan tanggung jawab MC dan Protokoler
   Memahami Jenis Event Dan Audience
   Mempelajari Dan Mencari Referensi Berkaitan Dengan Tema Event
5.         Ketrampilan Public Speaking Sebagai MC
   Public Speaking Yang Efektif
   Pemilihan Dan Penyusuan Kalimat Kunci
   Olah Vocal Dan Intonasi
6.         Body Language
   Ketrampilan Komunikasi Melalui Bahasa Tubuh
   Ketrampilan Membaca Bahasa Tubuh Audience
7.         Hambatan –Hambatan Dalam Membawakan Acara Dan Teknik Mengatasinya
   Berbagai Jenis Gangguan Sebagai MC Dan Cara Mengatasinya  : Sebelum Acara, Saat Acara Dan Sesudah Acara Berlangsung
   Teknik Mengatasi Blocking Situation



Kamis, Agustus 28, 2014

CORROSION AND SCALING PREVENTION ON GEOTHERMALPRODUCTION FACILITIES



CORROSION AND SCALING PREVENTION ON GEOTEHRMAL PRODUCTION FACILITIES

COURSE OBJECTIVE
Proses produksi Geothermal/panas bumi dari formasi tersebut mempunyai kandungan air yang kadang sangat besar. Selain air, juga terdapat komponen-komponen lain berupa pasir, garam-garam mineral, gas CO2 dan H2S. Komponen-komponen yang terbawa bersama fuida formasi ini menimbulkan permasalahan tersendiri pada proses produksi panas bumi.  Selain itu hal yang tak kalah penting ialah adanya gas CO2 dan H2S yang dapar menyebabkan korosi dan dapat mengakibatkan kerusakan pada casing, tubing, sistem perpipaan dan surface fasilities. Sedangkan ion-ion yang larut dalam air seperti kalsium, karbonat, dan sulfat dapat membentuk kerak (scale). Scale dapat menyebabkan pressure drop karena terjadinya penyempitan pada sistem perpipaan, tubing, dan casing sehingga dapat menurunkan produksi.

COURSE OUTLINE
1.       Tipe korosi di LapanganGeothermal

  •  Uniform Corrosion
  •  Pitting Corrosion
  • Stress Corrosion Cracking
  • Errosion Corrosion
  • Galvanic Corrosion
  • Crevice Corrosion
  • Selective Leaching

2.       Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Korosi

  • Faktor Gas Terlarut
  • Faktor Temperatur
  • Faktor pH
  • Faktor Bakteri Pereduksi atau Sulfat Reducing Bacteria (SRB)
  • Faktor Padatan Terlarut (CI, C03, S04)

3.       Pencegahan Korosi

  • Proteksi Katodik
  • Coating
  • Pemakaian Bahan-Bahan Kimia (Chemical Inhibitor): Organik Inhibitor dan Anorganik Inhibitor

4.       Petunjuk dan Identifikasi Masalab Scale dan Kemungkinan Penyebabnya di lapangan Operasi

  • Untuk warna terang atau putih
  • Untuk warna gelap dari coklat sampai dengan hitam

5.       Reaksi-Reaksi Yang Menyebabkan Scale
6.       Pencegahan Scale dengan Scale Inhibitor

  • Tipe Scale Inhibitor
  • Pemilihan Scale Inhibitor
  • Beberapa Jenis Scale Inhibitor


Peserta :
Maintenance engineers, supervisor, dan production operation staff yang terlibat dalam geothermal plant operation.

Minggu, Agustus 03, 2014

Basic Knowledge Of Gun Mechanic/Source Mechanic On Seismic Survey Vessel



Basic Knowledge Of Gun Mechanic/Source Mechanic On Seismic Survey Vessel

Background :
Seismic methods, as employed in marine applications, differ little in theory from ground based seismic surveys.  A sound wave generating device is used to transmit a sound wave, while receiving devices measure the amplitude and arrival times of the returned (reflected /refracted) signals.  However, practical applications of field techniques, field equipment, and geographic control can vary greatly between surface and marine surveys.
In the case of marine surveys, the instrumentation is generally a towed transmitter and array of geophones.  In some shallow water applications, a specialized array that rests on the ocean floor during acquisition is used.  Given the difficulty associated with establishing straight survey lines while in a vessel on a body of water, and with the necessity to image deep structures, the field equipment can be cumbersome.  Figure 3 demonstrates the scale of field equipment necessary for marine seismic acquisition.  Positional control is generally provided by a global positioning system (GPS) where the GPS sensor is mounted on the vessel towing the magnetometer, with a constant offset equal to the distance from the GPS sensor to the geophone array. 
A variety of seismic sources are available for marine applications, including water guns (20-1500 Hz), Air Gun (100-1500 Hz), Sparkers (50-4000 Hz), Boomers (300-3000 Hz), and Chirp Systems ( 500 Hz-12 kHz, 2-7 kHz, 4-24 kHz, 3.5 kHz, and 200 kHz).  The greatest resolution of near surface structure is generally obtained from the higher frequency sources such as the Chirp systems, while the lower frequency tend to better characterize structure at depth.
An seismic airgun is a mechanical device that releases a high pressure bubble of air underwater, the expansion of the air bubble generates seismic waves the water that are the source waves of the seismic waves used in reflection seismology. The surveys are conducted by trawling arrays of airguns behind a ship which explode every 10-15 seconds. A detailed knowledge of the radiation field of seismic sources is essential to effective source design and source wavefield deconvolution. To understand the principles of airgun theory and operation it is necessary to follow the motion of the air bubble that is produced and released underwater by the airgun.  In seismic surveying, sound waves are mechanically generated and sent into the earth . Some of this energy is reflected back to recording sensors, measuring devices that record accurately the strength of this energy and the time it has taken for this energy to travel through the various layers in the earth’s crust and back to the locations of the sensors. These recordings are then taken and, using specialised seismic data processing, are transformed into visual images of the subsurface of the earth in the seismic survey area.

Outline :
A.      Day 1 : What Is Seismic Surveying?
1.       The nature of seismic data
2.       What is wave propagation?
3.       What causes seismic reflections and how they relate to rock properties including pore filling material
4.       The wavelet in the seismic data and its limit of resolution
5.       Seismic velocities as they relate to rock properties and the imaging process
6.       The relationship between seismic velocities and pore pressure
7.       Pore pressure prediction
8.       Seismic data processing and seismic migration
9.       Prestack, poststack, time and depth imaging
10.   Direct hydrocarbon indicators and AVO
11.   Seismic inversion for rock and fluid properties
12.   Seismic attributes
13.   Time lapse reservoir monitoring (4D seismic surveys)
14.   Recent developments in seismic acquisition, processing, and interpretation
B.      Day 2 : Seismic Survey Vessel
1.       Research Vessel Facilities and Equipment
2.       The Navigation And Positioning Equipment :
-        The Instrument Room,
-        The Back Dek,
-        Compressor Room
3.       Seismic Streamer
4.       The Seismic Source
5.       Vessel Configurations And Multi-Vessel Operations
6.       Other Marine Seismic Techniques :
-        Seabed Recording Systems,
-        Ocean Bottom Seismometers,
-        Dragged Array,
-        Dual Component/Multi-Component Ocean Bottom Cable,
-        Vertical Cable,
-        Vertical Seismic Profiling (VSP),
-        Site Surveys,
-        Transition Zone Acquisition,
7.       Operational Performance :
-        Survey Location
-        Time of Year
-        Survey Size, particularly Sail Line Length
-        Technical Acquisition Parameters
-        Vessel Configuration
-        Line Orientation and Prevailing Current Direction
-        Fishing and Shipping Activity in the Survey Area – trawling especially
-        Other Seismic Operations nearby
-        Marine Mammal Activity
-        Drilling and Subsea Equipment Maintenance, including diving
-        Technical Equipment Downtime

C.      Day 3 : Basic Principles Of Airgun Operation
1.       Air gun history
2.       A single airgun
-        Principles of airgun operation
-        Bubble Motion
-        Theory of bubble motion
-        The gas behavior
-        The fluid motion
-        Boundary conditions
-        Airgun parameters
-        The surface ghost
-        The dipole
3.       Arrays of airguns
-        Airgun array performance
-        Efficiency of airgun arrays
-        Performance specifications
-        Time synchronization
-        Stability
-        The effects of weather
-        Array Simulation - Modeling in the computer
-        Peformance specifications in the field
-        Interaction between airguns
-        Clustered airguns
4.       Types of airguns
-        The airgun system
-        The port type airgun
-        Sleeve airgun
-        The watergun
-        The Gas Injector (GI) gun
-        Bolt Long life gun
-        The Annular port Bun

Participants :
Geoscientists, engineers, team leaders, geoscience technicians, asset managers, and anyone involved in using seismic data that needs to understand and use this data as a communication vehicle.